Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan pembongkaran tiang monorel di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Langkah ini menandai babak baru penataan infrastruktur kota setelah proyek monorel mangkrak selama bertahun-tahun tanpa kejelasan kelanjutan.
Pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan pengamanan ketat guna memastikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan di salah satu koridor tersibuk ibu kota.
Proyek Mangkrak yang Membebani Kota
Tiang-tiang monorel di Rasuna Said telah lama menjadi simbol proyek transportasi yang gagal terealisasi. Sejak pembangunan terhenti, struktur beton tersebut dinilai mengganggu estetika kota sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan.
Baca juga: Puluhan Warga Hilang, DPR Desak Usut Longsor KBB
Pemprov DKI menilai pembongkaran menjadi solusi paling realistis dibandingkan mempertahankan tiang tanpa fungsi yang jelas.
Baca juga:Samsung Diam-diam Rilis Galaxy A07 5G, Ini Harganya

Tahapan Pembongkaran dan Rekayasa Lalu Lintas
Proses pembongkaran dilakukan pada jam-jam tertentu untuk meminimalkan dampak kemacetan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas sementara, termasuk pengalihan arus dan pembatasan lajur.
Keselamatan Jadi Prioritas
Petugas memastikan setiap tahap pembongkaran mengikuti standar keselamatan konstruksi. Alat berat dikerahkan dengan pengawasan ketat agar tidak mengganggu aktivitas perkantoran di sekitar kawasan tersebut.
Penataan Ulang Kawasan Rasuna Said
Setelah pembongkaran rampung, Pemprov DKI berencana menata ulang kawasan Rasuna Said agar lebih ramah pejalan kaki dan terintegrasi dengan transportasi publik yang sudah ada, seperti MRT dan TransJakarta.
Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi koridor Rasuna Said sebagai kawasan bisnis yang nyaman dan tertata.